Pemaparan Penyampaian Saran dalam Penelitian Berdasarkan Hasil Kesimpulan
Saran merupakan bagian penting dalam karya tulis ilmiah, yang berfungsi untuk memberikan rekomendasi kepada pembaca atau pihak terkait berdasarkan kesimpulan penelitian. Saran yang baik membantu memperjelas langkah-langkah yang dapat diambil sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian, baik itu dalam bentuk perbaikan, pengembangan lebih lanjut, atau aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi siswa sekolah dasar sebagai peneliti, menyusun saran adalah kesempatan untuk memberikan rekomendasi sederhana yang relevan dengan masalah yang diteliti. Saran tersebut bisa berupa tindakan yang bisa dilakukan oleh guru, orang tua, atau teman-teman mereka untuk mengatasi masalah yang ditemukan dalam penelitian.
Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun saran, serta contoh saran berdasarkan beberapa jenis penelitian yang relevan dengan siswa sekolah dasar.
Langkah-langkah Menyusun Saran:
- Berdasarkan Hasil dan Kesimpulan
Saran harus relevan dengan hasil dan kesimpulan penelitian. Saran yang baik didasarkan pada temuan yang telah dibahas dan berfokus pada bagaimana hasil tersebut dapat digunakan atau dikembangkan.
- Menyarankan Tindakan yang Dapat Dilakukan
Saran harus bersifat praktis dan aplikatif. Peneliti dapat memberikan saran yang dapat diterapkan oleh pihak-pihak yang terkait, seperti guru, orang tua, atau siswa lainnya.
- Menyarankan Penelitian Lebih Lanjut
Jika ada batasan dalam penelitian, peneliti dapat memberikan saran untuk penelitian selanjutnya yang bisa dilakukan oleh peneliti lain. Ini membantu memperluas atau mendalami topik yang belum terjawab sepenuhnya dalam penelitian.
- Memberikan Implikasi Praktis
Saran juga bisa menyertakan cara-cara agar temuan penelitian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam praktik pendidikan.
Contoh Saran Berdasarkan Jenis Penelitian
Berikut beberapa contoh saran yang dapat diberikan berdasarkan jenis riset yang telah dilakukan oleh siswa sekolah dasar.
1. Penelitian Kualitatif
- Topik: Pengalaman siswa SD dalam belajar daring selama pandemi.
- Kesimpulan: Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam belajar daring karena kurangnya interaksi dengan guru dan teman.
- Saran:
- Sekolah dapat mengatur sesi interaksi yang lebih banyak melalui video call agar siswa merasa lebih terhubung dengan guru dan teman-teman.
- Orang tua sebaiknya lebih terlibat dalam membantu anak-anak belajar di rumah agar mereka merasa lebih termotivasi.
- Untuk penelitian selanjutnya, bisa dilakukan studi tentang bagaimana peningkatan kualitas materi pembelajaran daring memengaruhi hasil belajar siswa.
2. Penelitian Kuantitatif
- Topik: Pengaruh waktu belajar terhadap nilai matematika siswa kelas 5 SD.
- Kesimpulan: Semakin banyak waktu yang dihabiskan siswa untuk belajar, semakin tinggi prestasi mereka dalam mata pelajaran matematika.
- Saran:
- Siswa dianjurkan untuk membiasakan belajar secara teratur minimal 2 jam setiap hari agar hasil belajar lebih optimal.
- Guru dapat membantu siswa menyusun jadwal belajar yang efektif dan seimbang dengan waktu bermain agar tidak menimbulkan kejenuhan.
- Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain seperti metode belajar yang digunakan siswa di rumah.
3. Penelitian Campuran (Mixed Methods)
- Topik: Pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan berpikir kreatif dan motivasi siswa SD.
- Kesimpulan: Pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan motivasi siswa.
- Saran:
- Guru sebaiknya lebih sering menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek untuk mendorong kreativitas dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
- Sekolah dapat mengembangkan proyek-proyek kolaboratif yang melibatkan berbagai mata pelajaran sehingga siswa dapat belajar secara integratif.
- Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak pembelajaran berbasis proyek pada prestasi akademik siswa dalam jangka panjang.
4. Penelitian Eksperimen
- Topik: Pengaruh penggunaan media visual terhadap pemahaman bacaan siswa kelas 4 SD.
- Kesimpulan: Penggunaan media visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman bacaan siswa.
- Saran:
- Guru disarankan untuk menggunakan lebih banyak media visual, seperti gambar, video, atau diagram, saat mengajarkan pelajaran yang sulit dipahami siswa.
- Siswa dapat dilibatkan dalam pembuatan media visual sederhana untuk membantu teman-teman mereka memahami materi yang sulit.
- Penelitian lebih lanjut dapat meneliti dampak penggunaan media visual terhadap kemampuan siswa dalam mata pelajaran lainnya.
5. Penelitian R&D (Research and Development)
- Topik: Pengembangan aplikasi pembelajaran interaktif untuk materi sains siswa kelas 6 SD.
- Kesimpulan: Aplikasi pembelajaran interaktif ini membantu siswa memahami konsep-konsep sains dengan lebih mudah.
- Saran:
- Sekolah dapat mempertimbangkan untuk menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif ini dalam kelas sains untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep yang sulit.
- Pengembang aplikasi disarankan untuk terus memperbarui dan meningkatkan fitur-fitur aplikasi berdasarkan umpan balik dari pengguna.
- Untuk penelitian lebih lanjut, perlu dilakukan uji coba aplikasi di sekolah lain untuk memastikan keefektifan aplikasi ini di berbagai konteks pembelajaran.
6. Penelitian Studi Kasus
- Topik: Studi kasus tentang keberhasilan siswa dalam lomba cerdas cermat di sekolah terpencil.
- Kesimpulan: Dukungan keluarga dan guru serta motivasi yang tinggi merupakan faktor utama dalam keberhasilan siswa.
- Saran:
- Guru dan orang tua di sekolah lain dapat meniru pendekatan yang digunakan di sekolah ini untuk mendukung siswa dalam berprestasi, terutama dalam kompetisi akademik.
- Siswa sebaiknya diberikan lebih banyak kesempatan untuk mengikuti berbagai lomba agar mereka terus termotivasi untuk belajar.
- Penelitian lebih lanjut bisa dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi prestasi siswa dalam berbagai jenis kompetisi.
7. Penelitian Survei
- Topik: Preferensi siswa SD terhadap metode pembelajaran daring dan tatap muka.
- Kesimpulan: Sebagian besar siswa lebih memilih pembelajaran tatap muka karena interaksi langsung dengan guru dan teman-teman.
- Saran:
- Sekolah dapat mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring, agar siswa mendapatkan manfaat dari kedua metode tersebut.
- Dalam pembelajaran daring, guru disarankan untuk lebih banyak melibatkan siswa dalam diskusi dan aktivitas interaktif untuk mengurangi rasa jenuh.
- Penelitian lanjutan bisa mengkaji preferensi pembelajaran pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti SMP atau SMA, untuk melihat apakah tren serupa terjadi.
8. Penelitian Komparatif
- Topik: Perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan metode ceramah dan metode diskusi kelompok.
- Kesimpulan: Siswa yang menggunakan metode diskusi kelompok memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan metode ceramah.
- Saran:
- Guru disarankan untuk lebih sering menggunakan metode diskusi kelompok agar siswa dapat berinteraksi dan belajar dari teman-teman mereka.
- Siswa sebaiknya didorong untuk lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap materi pelajaran.
- Penelitian lebih lanjut dapat meneliti kombinasi metode ceramah dan diskusi kelompok untuk melihat efeknya terhadap hasil belajar di berbagai mata pelajaran.
Penutup
Penyampaian saran dalam karya tulis ilmiah adalah langkah penting yang memberikan rekomendasi berdasarkan kesimpulan penelitian. Saran yang diberikan siswa sekolah dasar dapat berfungsi untuk membantu pihak-pihak yang terkait, seperti guru, teman, atau orang tua, untuk mengambil langkah-langkah praktis dalam menyelesaikan masalah atau mengembangkan aspek yang telah diteliti. Saran juga dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya, sehingga topik yang diteliti dapat dipelajari lebih mendalam dan memberikan kontribusi yang lebih luas.
No comments:
Post a Comment