Membuat Kesimpulan dari Penelitian


 

Pemaparan Kesimpulan dari Penelitian

Kesimpulan merupakan bagian akhir dari karya tulis ilmiah yang merangkum hasil dan pembahasan penelitian. Dalam kesimpulan, peneliti memberikan penjelasan ringkas yang mengikat semua temuan utama yang telah dibahas, serta menjawab pertanyaan penelitian atau mengonfirmasi hipotesis yang telah diajukan di awal. Kesimpulan juga menyajikan implikasi dari penelitian yang dilakukan dan, jika perlu, memberikan saran untuk penelitian selanjutnya.

Bagi siswa sekolah dasar yang bertindak sebagai peneliti, menyusun kesimpulan dapat menjadi cara untuk merangkum apa yang telah dipelajari selama proses penelitian dan memberikan pemahaman akhir yang lebih jelas tentang topik yang diteliti. Kesimpulan harus ditulis dengan jelas dan mudah dipahami, mengingat siswa sekolah dasar masih dalam tahap awal pembelajaran tentang proses penelitian ilmiah.

Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun kesimpulan beserta contoh yang sesuai dengan penelitian siswa sekolah dasar.

Langkah-langkah Menyusun Kesimpulan:

 Merangkum Temuan Utama

Kesimpulan harus menyajikan poin-poin utama dari hasil penelitian. Peneliti merangkum temuan yang paling penting tanpa menyertakan detail analisis seperti dalam pembahasan.

  1. Menjawab Pertanyaan Penelitian atau Hipotesis

Kesimpulan harus menjawab dengan jelas apakah pertanyaan penelitian atau hipotesis yang diajukan telah terjawab atau tidak. Apakah penelitian ini mendukung hipotesis atau memberikan jawaban yang berbeda?

  1. Menarik Implikasi dari Temuan

Kesimpulan juga harus menjelaskan dampak atau arti penting dari hasil penelitian. Bagaimana hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, atau bagaimana temuan ini relevan bagi orang lain?

  1. Menyarankan Penelitian Selanjutnya

Jika ada, peneliti dapat memberikan saran untuk penelitian lebih lanjut. Ini bisa terkait dengan batasan-batasan penelitian saat ini atau area yang belum terjawab sepenuhnya.

 

Contoh Kesimpulan Penelitian Berdasarkan Jenis Riset

Berikut beberapa contoh kesimpulan dari beberapa jenis penelitian yang relevan untuk siswa sekolah dasar:

1. Penelitian Kualitatif

  • Topik: Pengalaman siswa SD dalam belajar daring selama pandemi.
  • Kesimpulan: Berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa SD, ditemukan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam belajar daring, terutama dalam hal konsentrasi dan interaksi dengan guru. Namun, siswa yang mendapatkan dukungan penuh dari orang tua lebih mampu beradaptasi dengan baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga sangat penting dalam membantu siswa mengatasi tantangan pembelajaran daring.

 

2. Penelitian Kuantitatif

  • Topik: Pengaruh waktu belajar terhadap nilai matematika siswa kelas 5 SD.
  • Kesimpulan: Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa ada hubungan positif antara jumlah waktu belajar dan peningkatan nilai matematika. Siswa yang belajar lebih dari 2 jam sehari menunjukkan peningkatan nilai yang signifikan dibandingkan siswa yang belajar kurang dari 1 jam. Dengan demikian, disimpulkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan siswa untuk belajar, semakin tinggi prestasi mereka dalam mata pelajaran matematika.

 

3. Penelitian Campuran (Mixed Methods)

  • Topik: Pengaruh pembelajaran berbasis proyek pada keterampilan berpikir kreatif dan motivasi siswa SD.
  • Kesimpulan: Berdasarkan data kuantitatif, siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek menunjukkan peningkatan skor tes kreativitas sebesar 20%. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis proyek tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan belajar.

 

4. Penelitian Eksperimen

  • Topik: Pengaruh penggunaan media visual terhadap pemahaman bacaan siswa kelas 4 SD.
  • Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman bacaan siswa. Kelompok eksperimen yang menggunakan media visual dalam pembelajaran memiliki peningkatan pemahaman sebesar 25% dibandingkan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional. Dengan demikian, disimpulkan bahwa media visual efektif dalam membantu siswa memahami bacaan dengan lebih baik.

 

5. Penelitian R&D (Research and Development)

  • Topik: Pengembangan aplikasi pembelajaran interaktif untuk materi sains siswa kelas 6 SD.
  • Kesimpulan: Aplikasi pembelajaran interaktif yang dikembangkan berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep sains. Berdasarkan uji coba, 85% siswa menyatakan bahwa aplikasi ini memudahkan mereka dalam mempelajari materi yang sulit. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aplikasi pembelajaran interaktif ini efektif dalam mendukung proses belajar siswa, terutama dalam memahami konsep yang abstrak.

 

6. Penelitian Studi Kasus

  • Topik: Studi kasus tentang keberhasilan siswa dalam lomba cerdas cermat di sekolah terpencil.
  • Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan siswa dalam lomba cerdas cermat di sekolah terpencil dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk motivasi belajar yang tinggi, dukungan dari guru, dan kerjasama yang baik di antara anggota tim. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa faktor non-akademis seperti motivasi dan dukungan sosial juga sangat penting dalam menentukan prestasi siswa di luar kelas.

 

7. Penelitian Survei

  • Topik: Preferensi siswa SD terhadap metode pembelajaran daring dan tatap muka.
  • Kesimpulan: Berdasarkan survei yang dilakukan kepada 100 siswa SD, ditemukan bahwa 60% siswa lebih memilih pembelajaran tatap muka dibandingkan daring, sementara 40% sisanya merasa nyaman dengan pembelajaran daring. Siswa yang lebih suka pembelajaran tatap muka menyebutkan interaksi langsung dengan guru dan teman sebagai alasan utama. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa meskipun pembelajaran daring memiliki kelebihan, interaksi sosial yang terjadi dalam pembelajaran tatap muka masih dianggap sangat penting oleh siswa.

 

8. Penelitian Komparatif

  • Topik: Perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan metode ceramah dan metode diskusi kelompok.
  • Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan metode diskusi kelompok memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode ceramah. Skor rata-rata siswa pada metode diskusi kelompok adalah 85, sementara metode ceramah hanya mencapai skor rata-rata 75. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode diskusi kelompok lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan metode ceramah.

 

Penutup

Kesimpulan dalam karya tulis ilmiah berfungsi untuk merangkum seluruh proses penelitian secara singkat dan jelas. Bagi siswa sekolah dasar, kesimpulan ini membantu mereka menyusun hasil pemikiran dan temuan dari penelitian yang mereka lakukan. Dalam menyusun kesimpulan, siswa harus menekankan temuan utama, menjawab pertanyaan penelitian, menarik implikasi, dan memberikan saran yang relevan jika diperlukan. Kesimpulan yang baik akan memberi kesan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki kontribusi atau nilai tambah terhadap pemahaman topik yang diteliti.

No comments:

Post a Comment